Jangan berhubungan suami istri di 4 malam ini
Daftar Isi
أَخْبَرَ رَحِمَهُ اللَّهُ أَنَّ الْجِمَاعَ يُمْنَعُ فِي هَذِهِ اللَّيَالِي الْأَرْبَعَةِ: لَيْلَةَ عِيدِ الْأَضْحَى. لِمَا قِيلَ مِنْ أَنَّ الْجِمَاعَ فِيهَا يُوجِبُ كَوْنَ الْوَلَدِ سَفَّاكًا لِلدِّمَاءِ. وَاللَّيْلَةُ الْأُولَى مِنْ أَوَّلِ كُلِّ شَهْرٍ، وَلَيْلَةَ النِّصْفِ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ، وَاللَّيْلَةُ الْأَخِيرَةُ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ لِقَوْلِهِ عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ: " لَا تُجَامِعْ رَأْسَ لَيْلَةِ الشَّهْرِ وَفِي النِّصْفِ "
وَقَالَ الْغَزَالِيُّ رَحِمَهُ اللَّهُ: يُذْكَرُ الْجِمَاعُ فِي ثَلَاثِ لَيَالٍ مِنَ الشَّهْرِ: الْأَوَّلِ وَالْأَخِيرِ وَالنِّصْفِ. يُقَالُ أَنَّ الشَّيَاطِينَ يَحْضُرُونَ الْجِمَاعَ فِي هَذِهِ اللَّيَالِي. وَيُقَالُ أَنَّ الشَّيَاطِينَ يُجَامِعُونَ فِيهَا. وَرُوِيَ كَرَاهَةُ ذَلِكَ عَنْ عَلِيٍّ وَمُعَاوِيَةَ وَأَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ.
وَيُقَالُ أَنَّ الْجِمَاعَ فِي هَذِهِ اللَّيَالِي يُورِثُ الْجُنُونَ فِي الْوَلَدِ وَاللَّهُ أَعْلَمُ لَكِنَّ الْمَنْعَ فِي هَذِهِ الْأَرْبَعَةِ بِمَعْنَى الْكَرَاهَةِ لَا التَّحْرِيمِ : كَالْحَيْضِ وَالنِّفَاسِ وَضِيقِ الْوَقْتِ
ARTINYA:
"Beliau rahimahullah mengabarkan bahwa jimak dilarang pada 4 malam ini:
1. *Malam Idul Adha*. Karena dikatakan bahwa jimak di malam itu menyebabkan anaknya menjadi tukang penumpah darah.
2. *Malam pertama di awal setiap bulan*
3. *Malam pertengahan setiap bulan*
4. *Malam terakhir setiap bulan*
Dalilnya adalah sabda Nabi ﷺ: _"Janganlah kamu jimak di awal malam bulan dan di pertengahannya"_
Imam Al-Ghazali rahimahullah berkata: Disebutkan bahwa jimak dimakruhkan pada 3 malam dalam sebulan: awal, akhir, dan pertengahan.
Dikatakan bahwa para setan hadir saat jimak pada malam-malam ini. Dan dikatakan bahwa para setan juga ikut jimak di dalamnya.
Dan diriwayatkan kemakruhan itu dari Sayyidina Ali, Muawiyah, dan Abu Hurairah radhiyallahu 'anhum.
Dan dikatakan bahwa jimak pada malam-malam ini menyebabkan anaknya terkena gila. Wallahu A'lam.
*Akan tetapi larangan pada 4 malam ini maknanya adalah makruh, bukan haram*.
Seperti halnya jimak saat haid, nifas, dan waktu sholat sempit."
KESIMPULANNYA:
1. *Hukumnya Makruh, bukan Haram*. Jadi kalau terlanjur tidak dosa, tapi lebih baik dihindari.
2. *4 Waktu yang dimakruhkan*: Malam 1 Hijriyah, malam 15, malam akhir bulan, dan malam Idul Adha.
3. *Alasannya*: Khawatir ganggu setan + berdampak ke anak. Ini berdasarkan atsar dan pengalaman ulama, bukan dalil qath'i.
Jadi jangan terlalu was-was ya.
Kalau memang butuhnya dan takut fitnah, tetap boleh.
Tapi kalau bisa nunggu malam lain, lebih afdhol.
Semoga bermanfaaf wallohua'lambissawaab.
Posting Komentar