Dari Abu MUDI Kami Belajar: Kebenaran Lebih Besar dari Kebesaran Seorang Tokoh

Daftar Isi
Kitabkuning90.blogspot.com
Syaikhuna Abu MUDI Samalanga

Mungkinkah al-Qur’an menasakh Sunnah?

Dari Abu Ishaq al-Marwazi: "Imam al-Syafi‘i dalam al-Risalah berpendapat bahwa Sunnah hanya dapat dinasakh oleh Sunnah". Al-Qur’an tidak menasakh hadis.

Ulama Syafi‘iyah sesudahnya tidak menerima ini secara taklid. Mereka menelaah kembali dan Ibn al-Sam‘ani menemukan keterangan yang melarang penasakhan hadis oleh al-qur’an, tetapi juga menemukan isyarat yg membolehkannya.

Karena itu, kebanyakan ulama Syafi‘iyah menyimpulkan Imam al-Syafi‘i punya dua pendapat; larangan dipandang lebih kuat sebagai pendapat beliau, sedangkan kebolehan dinilai lebih dekat kepada kebenaran.

Al-Kiya al-Harrasi bahkan menilai pendapat yang melarangnya sangat sulit diterima. Akan tetapi, sebelum mengkritik, beliau berusaha memahami alasan yg mungkin melatarbelakanginya.

Menurut al-Kiya, Imam al-Syafi‘i barangkali hendak menjaga kedudukan Rasulullah agar tak terkesan kesan bahwa al-qur’an datang untuk menyalahkan keputusan beliau (berdasarkan pendapat Nabi boleh berijtihad).

Setelah memahami alasan tersebut, tatapi al-Kiya tetap menilainya sebagai salah satu 'kekeliruan' Imam al-Syafi‘i.

Sama dengan al-Kiya, 'Abd al-Jabbar bin Ahmad yg meskipun amat sering membela mazhab Syafi‘i, ketika beliau berhadapan dg masalah ini beliau berkata:

"هذا الرجل كبير، لكن الحق أكبر منه"

“Imam Syafi'i memang seorang tokoh besar, tetapi kebenaran lebih besar daripada dirinya.”

Demikian dari al-Zarkasyi dalam Bahru al-Muhid.

Inilah asas kemerdekaan berpikir. Tokoh boleh dihormati, tetapi tidak ditempatkan di atas kebenaran. Boleh dicintai, tetapi kecintaan tidak boleh mematiikan daya kritis.

Membela seluruh pendapat seorang ulama bukanlah bentuk penghormatan tertinggi. Penghormatan yg sejati ialah melanjutkan tradisi ilmiahnya: bertanya, meneliti & selanjutnya meninggalkan kesimpulan yg lemah. Karena memang tokoh yg benar2 besar tidak memerlukan itu.

Bukan satu kali kami dengar Abu MUDI berkata: "Jika penjelasan saya terdengar meragukan, silakan baca dan periksa kitab kembali” Meskipun kadang sumber tentang yg Abu sampaikan telah puluhan kali Abu analisa.

Sekian... Semoga bermanfaat.
Sumber: Akun Facebook Zulkarnaini Ar

Posting Komentar