Sikap moderat santri dalam menghadapi kritikan terhadap Kitab Minhaj al-Thalibin - Kitabkuning90
Daftar Isi
Keitimewaan yang dimiliki minhaj hingga jutaan pelajar fiqh syafi' menjadikannya sebagai bahan konsumsi dalam pengembaraan ilmu tidak lepas dari gaya bahasa imam nawawi yang ringkas plus kandungan makna yang luas. Hingga tidak sedikit para ulama setelahnya mengambil peran penting terhadap pelajar dalam memahami gaya bahasa imam Nawawi dalam minhaj. Baik dengan memberikan syarahan atas matan minhaj itu sendiri atau hasyiyah terhadap syarahan atas minhaj.
Dibalik banyaknya keitimewaan yang dimiliki kitab minhaj tetap saja tidak lepas dari kritikan para pensyarah atau yang memberikan hasyiyyah terhadap syarahan mereka atas minhaj.
Salah seorang yang paling sering melempar kritikan kepada minhaj adalah qulyubi salah seorang muhasyyin terhadap syarah al-mahalli atas minhaj.
Tempat yang paling sering dikritisi oleh qulyubi yaitu pada saat Al-mahalli menukilkan pendapat yang memberi indikasi bahwa pada sebuah kasus adanya khilaf turuq (perbedaan ashab dalam menghikayah pendapat) dan saat itu imam Nawawi tidak menggunakan istilah al-mazhab.
Bagaimana sikap moderat sebagai pelajar minhaj khsususnya yang disyarah oleh jalaluddin al-mahali yang kemudian diberi hasyiyyah oleh qulyubi tanpa harus menyalahkan kedua ulama besar ini (Imam Nawawi dan Qulyubi).
Redaksi imam Nawawi dalam khutbah minhaj: وحَيْثُ أَقُولُ المَذْهَبُ فَمِن الطَّرِيقَيْنِ أَوْ الطُّرُقِ
Perlu dipahami bahwa gaya bahasa yang digunakan oleh imam Nawawi dalam khutbahnya hanya mengandung satu maksud saja yaitu setiap beliau mengatakan al-mazhab maka pada kasus tersebut adanya khilaf turiqain atau turuq.
Gaya yang disampaikan imam Nawawi tidak bisa diinterpretasikan "semua kasus yang khilaf turuq dalam mazhab beliau tandai dengan al-mazhab". Maka tidak ada sebuah kemusykilan saat adanya khilaf turuq pada sebuah kasus tetapi imam Nawawi tidak menandai dengan mazhab karena memang beliau sama sekali tidak menjanjikannya.
Lantas bagaimana dengan kritikan Qulyubi apakah tidak tepat sasaran?
Sangat kecil kemungkinan kritikan Qulyubi atas dasar pemahaman yang salah dari janji imam Nawawi dalam khutbah tentang diksi al-mazhab hingga imam dianggap tidak konsisten dengan istilahnya. Kemungkinan besarnya adalah kritikan ulama besar ini terhadap minhaj diluar konteks janji dalam khutbah.
Maka maksud kritikan Qulyubi pada kasus-kasus khilaf turuq saat imam Nawawi tidak menandai dengan al-mazhab adalah idealnya imam Nawawi menggunakan istilah al-mazhab agar memberi indikasi adanya khilaf turuq pada kasus tersebut, hanya sekedar itu.
Bukan seharusnya imam nawawi memilih kata al-mazhab pada kasus tersebut sebagaimana beliau janjikan dalam khutbah.
Karena menyalahkan pemahaman seorang ulama besar seperti al-Qulyubi terhadap pemahaman khutbah imam Nawawi sangat tidak pantas bagi kita sebagai santri yang hanya baru mengenal nama kitabnya saja.
Posting Komentar