Yang ingin Bertayamum, Perhatikan ini dia rukun-rukun Tayamum - Kitabkuning90

Daftar Isi
Rukun tayamum merupahan hal yang penting dalam pelaksaan tayamum yang tanpanya tayamum tidak akan sah.  Muhammad Ibn Qasim Al-Ghazzi menjelaskan di dalam Fath Al-Qarib Al-Mujib terkait hal-hal yang menjadi rukun tayamum, sebagai berikut: [1]

a)    Niat. Maka jika seorang yang bertayamum meniatkan fardhu dan sunnah maka boleh keduanya, atau meniatkan fardhu saja maka boleh juga untuk melakukan yang sunnah dan begitu juga shalat jenazah, atau meniatkan sunnah saja maka tidak boleh melakukan yang fardhu. Dan sedemikian pula jika meniatkan shalat. Sebagaimana keterangan Al-Ghazzi berikut:

أحدها (النية)، فإن نوى المتيمم الفرض والنفل استباحهما أو الفرض فقط .استباح معه النفل وصلاة الجنازة أيضا، أوالنفل فقط لم يستبح معه الفرض؛ وكذا لو نوى الصلاة. ويجب قرن نية التيمم بنقل التراب للوجه واليدين، واستدامة هذه النية إلى مسح شيء من الوجه[2]

Artinya: “Rukun tayamum yang pertama yaitu niat. Maka jika seorang yang bertayamum meniatkan fardhu dan sunnah maka boleh keduanya, atau meniatkan fardhu saja maka boleh juga untuk melakukan yang sunnah dan begitu juga shalat jenazah, atau meniatkan sunnah saja maka tidak boleh melakukan yang fardhu. Dan sedemikian pula jika meniatkan shalat. Dan wajib menyertai niat tayamum dengan memindahkan debu bagi wajah dan dua tangan, dan niat tersebut wajib berkekalan hingga menyapu sesuatu dari wajah”.

b)   Menyapu wajah
Berikut ungkapan Al-Ghazzi:
و الثاني (مسح الوجه[3]
Artinya: “Rukun tayamum yang kedua yaitu menyapu wajah.”

c)    Menyapu dua tangan hingga dua siku. Berikut ungkapan beliau:
والثالث )ومسح اليدين مع المرفقين) وفي بعض نسخ المتن «إلى المرفقين»؛ ويكون مسحهما بضربتين [4]
Artinya: “Rukun tayamum yang ketiga yaitu menyapu dua tangan beserta dua siku. Dan pada sebagian niskhah matan yang lain yaitu “hingga dua siku”, dan menyapu dua tangan hingga dua siku tersebut dilakukan dengan dua kali tepuk.”

d)     Tertib. Maka wajib mendahulukan sapu wajah di atas dua tangan, baik tayamum dari hadats yang kecil maupun hadats besar. Berikut ungkapan beliau:
(و) الرابع (الترتيب) فيجب تقديم مسح الوجه على مسح اليدين، سواء تيمم عن حدث أصغر أو أكبر[5]
Artinya: “Rukun tayamum yang ke empat yaitu Tertib. Maka wajib mendahulukan sapu wajah di atas dua tangan, baik tayamum dari hadats yang kecil maupun hadats besar.”

Abd al-Rahman Al-Jaziri juga ada menjelaskan beberapa rukun daripada tayamum di dalam karyanya Kitab al-Fiqh ‘ala al-Madzahib al-Arba’ah, sebagai berikut:

a)    Niat, dan waktu niat yaitu di ketika meletakkan tangan di atas sesuatu yang ingin di tayamumi.
Sebagaimana ungkapan Al-Jaziri:
فمنها النية ووقت النية عند وضع يده على ما تيمم به[6]
Artinya: “Rukun yang pertama yaitu niat, dan waktu niat yaitu di ketika meletakkan tangan di atas sesuatu yang ingin di tayamumi.”

b)   Debu yang suci. Debu yang suci yaitu debu yang tidak bersentuhan dengan najis, apabila debu tersebut bersentuhan dengan najis maka tidak sah tayamum walaupun hilang diri najis dan bekasannya.
Berikut ungkapan beliau:

ومنها الصعيد الطهور، وهو الذي لم تمسه نجاسة، فإذا مسته نجاسة لم يصح به التيمم، ولو زال عين النجاسة وأثرها[7]
Artinya: “Rukun yang kedua adalah debu yang suci, yaitu debu yang tidak bersentuhan dengan najis, apabila bersentuhan dengan najis maka tidak sah tayamum walaupun hilang diri najis dan bekasannya.”

c)    Menyapu sekalian wajah, walaupun dengan satu tangan atau jari tangan. Berikut ungkapan beliau:
ومنها  مسح جميع الوجه، ولو بيد واحدة، أو إصبع، ويدخل في الوجه اللحية ولو طالت[8]
Artinya: “Rukun yang ketiga yaitu menyapu sekalian wajah, walaupun dengan satu tangan atau jari tangan. Dan termasuk pada kata-kata wajah yaitu jenggot walaupun panjang.”

d)   Menyapu dua tangan hingga siku. Berikut ungkapan Al-Jaziri:
ومنها مسح اليدين مع المرفقين[9]
Artinya: “Rukun yang keempat yaitu menyapu dua tangan hingga siku.”

Referensi:
[1]Muhammad Ibn Qasim Al-Ghazzi, Fath Al-Qarib Al-Mujib…, h. 51-52
[2]Ibid…, h. 51-52
[3]Ibid…, h. 52
[4]Ibid…, h. 52
[5]Ibid…, h. 52

[6]Abd al-Rahman al-Jaziri, Kitab al-Fiqh ‘ala al-Madzahib al-Arba’ah, Jld. I, (Beirut: Dar al-Kutub al-Islamiyah. 2003), h. 144
[7]Ibid…, h. 146
[8]Ibid…, h. 147
[9]Ibid...., h. 147.

#RukunTayamum #FardhuTayamum
Sekian...!!

Posting Komentar