Betapa malunya kita bila mengeluh atas ujian yang menimpa - Kitabkuning90
Malu rasanya mengeluh atas ujian yang menimpa.
Bagaimana jika segala kesulitan, ujian, dan takdir yang terasa berat selama ini sebenarnya adalah cara Allah merangkul Anda agar lebih dekat kepada-Nya?
Imam al-Ghazali dalam kitab Ihya Ulumuddin mengutip beberapa riwayat hadis Nabi tentang hal demikian:
وَرُوِيَ أَنَّ مُوسَى عَلَيْهِ السَّلَامُ قَالَ: يَا رَبِّ دُلَّنِي عَلَى أَمْرٍ فِيهِ رِضَاكَ حَتَّى أَعْمَلَهُ، فَأَوْحَى اللَّهُ تَعَالَى إِلَيْهِ: إِنَّ رِضَايَ فِي كَرْهِكَ وَأَنْتَ لَا تَصْبِرُ عَلَى مَا تَكْرَهُ، قَالَ: يَا رَبِّ دُلَنِي عَلَيْهِ، قَالَ: فَإِنَّ رِضَايَ فِي رِضَاكَ بِقَضَائِي
وَفِي مُنَاجَاةِ مُوسَى عَلَيْهِ السَّلَامُ: أَيْ رَبِّ أَيُّ خَلْقِكَ أَحَبُّ إِلَيْكَ؟ قَالَ: مَنْ إِذَا أَخَذْتُ مَحْبُوبَهُ سَالَمَنِي، قَالَ: فَأَيُّ خَلْقِكَ أَنْتَ عَلَيْهِ سَاخِطٌ؟ قَالَ: مَنْ يَسْتَخِيرُنِي فِي الْأَمْرِ فَإِذَا قَضَيْتُ لَهُ سَخِطَ قَضَائِي
وَرُوِيَ مَا هُوَ أَشَدُّ مِنْ ذَلِكَ وَهُوَ أَنَّ اللَّهَ تَعَالَى قَالَ: «أَنَا اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنَا، مَنْ لَمْ يَصْبِرْ عَلَى بَلَائِي وَلَمْ يَشْكُرْ نِعْمَتِي وَلَمْ يَرْضَ بِقَضَائِي فَلْيَتَّخِذْ رَبّا سِوَايَ» ، وَمِثْلُهُ فِي الشَّدَّةِ قَوْلُهُ تَعَالَى فِيمَا أَخْبَرَ عَنْهُ نَبِيُّنَا أَنَّهُ قَالَ: «قَالَ اللهُ تَعَالَى قَدَّرْتُ الْمَقَادِيرَ وَدَبَّرْتُ التَّدْبِيرَ وَأَحْكَمْتُ الصَّنْعَ، فَمَنْ رَضِيَ فَلَهُ الرِّضَا مِنِّي حَتَّى يَلْقَانِي وَمَنْ سَخِطَ فَلَهُ السُّخْطُ مِنِّي حَتَّى يَلْقَانِي»، وَفِي الْخَبَرِ الْمَشْهُورِ: يَقُولُ اللهُ تَعَالَى خَلَقْتُ الْخَيْرَ وَالشَّرَّ فَطُوبَى لِمَنْ خَلَقْتُهِ لِلْخَيْرِ وَأَجْرَيْتُ الْخَيْرَ عَلَى يَدَيْهِ، وَوَيْلٌ لِمَنْ خَلَقْتُه لِلشَّرِّ وَأَجْرَيْتُ الشَّرَّ عَلَى يَدَيْهِ، وَوَيْلٌ ثُمَّ وَيْلٌ لِمَنْ قَالَ لِمَ وَكَيْفَ
Diriwayatkan bahwa Nabi Musa a.s. berkata: "Wahai Tuhanku, tunjukkanlah kepadaku suatu amal yang di dalamnya terdapat keridaan-Mu agar aku dapat mengerjakannya."
Lalu Allah Ta'ala mewahyukan kepadanya: "Sesungguhnya keridaan-Ku ada pada ketidaksukaanmu (pada musibah), sedangkan engkau tidak sabar terhadap apa yang tidak engkau sukai."
Musa berkata: "Wahai Tuhanku, tunjukkanlah kepadaku."
Allah berfirman: "Maka sesungguhnya keridaan-Ku berada pada keridaanmu terhadap ketetapan -Ku (takdir-Ku)".
Dan di dalam munajat Nabi Musa a.s.: "Wahai Tuhanku, makhluk manakah yang paling Engkau cintai?"
Allah berfirman: "Orang yang apabila Aku mengambil kekasihnya, ia tetap berserah diri (ridu) kepada-Ku."
Musa bertanya lagi: "Lalu makhluk manakah yang Engkau murkai?"
Allah berfirman: "Orang yang meminta petunjuk (istikharah) kepada-Ku dalam suatu urusan, namun ketika Aku menetapkan takdir untuknya, ia murka (tidak terima) terhadap ketetapan-Ku."
Dan diriwayatkan pula riwayat lain yang lebih tegas dari itu, yaitu bahwa Allah Ta'ala berfirman: "Aku adalah Allah, tidak ada Tuhan selain Aku.
Barangsiapa yang tidak sabar atas ujian-Ku, tidak bersyukur atas nikmat-Ku, dan tidak ridha dengan ketentuan-Ku, maka carilah tuhan selain Aku".
Dan yang semisal dengannya dalam hal ketegasannya adalah firman Allah Ta'ala sebagaimana dikabarkan oleh Nabi kita bahwa la berfirman: "Allah Ta'ala berfirman: Aku telah menggariskan takdir-takdir, mengatur segala urusan, dan menyempurnakan ciptaan.
Barangsiapa yang ridha, maka baginya keridaan dari-Ku hingga ia berjumpa dengan-Ku; dan barangsiapa yang murka (tidak terima), maka baginya kemurkaan dari-Ku hingga ia berjumpa dengan-Ku."
Dan di dalam hadis/kabar yang masyhur: "Allah Ta'ala berfirman: Aku menciptakan kebaikan dan keburukan. Maka beruntunglah orang yang Aku ciptakan untuk kebaikan dan Aku jadikan kebaikan mengalir melalui kedua tangannya, dan celakalah orang yang Aku ciptakan untuk keburukan dan Aku jadikan keburukan mengalir melalui kedua tangannya. Dan celakalah, kemudian celakalah bagi orang yang berkata: 'Mengapa dan bagaimana?" (atas masalah yang menimpanya).
Mengutip dari fb: Bubun Hasbullah
Semoba bermanfaat.
Posting Komentar