6 Macam Harta yang Wajib Dizakati

Daftar Isi
Harta zakat

Harta kekayaan yang wajib dikeluarkan zakatnya telah secara jelas ditetapkan dalam Islam, diantaranya:

a.       Emas dan Perak

Emas dan perak adalah salah satu harta yang wajib dizakati dengan beberapa ketentuan yang telah jelas disebutkan oleh para fuqaha’ dan apabila sudah mencapai nisab dan haulnya. Allah SWT berfirman: “Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah, maka beritahukanlah kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih”. (QS At Taubah : 34).[1]

Emas dan perak yang wajib dizakati bila memenuhi beberapa syarat:
1. Disimpan (perhiasan yang dipakai tidak wajib dizakati)
2. Emas murni (kalau swasa atau emas cmpuran harus dipisah dulu kadar emasnya)
3. Sampai nishab (ukuran 32 mayam emas)

b.      Harta Perniagaan

Harta perniagaan adalah harta perdagangan yang meliputi keseluruhan nilai barang dagangan, hutang piutang, dan keuntungan yang masih dikelola menjadi modal dagang, harta perniagaan ini wajib dikeluarkan zakatnya apabila sudah mencapai syarat-syarat yang ditentukan syara’. Yang dimaksud perniagaan adalah:

والتجارة تقليب المال بالمعاوضة لغرض الربح أسنى ومغني وإيعاب وهذا هو المراد مما تقدم في الشرح أنها تقليب المال بالتصرف فيه لطلب النماء[2]

Artinya: “Perniagaan adalah menukarkan harta dengan transaksi tukar menukar untuk mendapatkan keuntungan, demikianlah keterangan kitab Asna al-mathalin, mughni al-muhtaj dan I’ab, dan inilah maksud dari kata transaksi terdahulu dalam syarh bahwa dang dimaksud perniagaan adalah tukar menukar harta dengan transaksi untuk memperoleh keuntungan yang bertambah-tambah”.

c.       Hasil Pertanian dan Perkebunan

Hasil dari pertanian dan perkebunan wajib dikeluarkan zakatnya setiap panen bila sudah mencapai nisab. Yang dimaksud harta pertanian yang wajib dizakati hanyalah terkhusus pada makanan pokok, sebagaimana pernyataan Imam Nawawi:

تختص بالقوت وهو من الثمار الرطب والعنب ومن الحب الحنطة والشعير والأرز والعدس وسائر المقتات اختيارا[3]

Artinya: “Zakat pertanian hanya terkhusus dengan makanan pokok saja, dari buah-buahan yaitu anggur dan kurma, sedangkan dari biji-bijian yaitu gandum, sya’ir, padi, ‘adas dan makanan pokok yang berlaku secara ikhtiar”.

Penjelasan ini menunjukkan bahwa zakat pertanian dan perkebunan hanya terkhusus makanan pokok saja, yaitu anggur, kurma, gandum, padi, dan lainnya.

d.      Binatang Ternak

Jika sudah mencapai syarat-syarat yang sudah ditentukan oleh syara’, binatang ternak wajib dikeluarkan zakatnya. Binatang yang wajib dikeluarkan zakatnya adalah unta, sapi atau kerbau dan kambing.

e.       Barang tambang atau Temuan (Rikaz)

Barang temuan juga merupakan harta yang wajib dikeluarkan zakatnya. Akan tetapi tidak disyaratkan harus mencapai haul dan nisab. Harta tambang yang dimaksud adalah harta tambang berupa emas dan perak, sebagaimana pendapat Abi Syuja’ berikut:

وما استخرج من معادن الذهب والفضة يخرج منه ربع العشر في الحال وما يوجد من الركاز ففيه الخمس[4]

Artinya: “Dan dikeluarkan dari barang tambang yaitu emas dan perak, senilai 2,5% pada saat itu juga, begitu juga dari barang temuan dikeluarkan 2,5% juga”.

[1]Departemen Agama RI,  Al-Qur’an dan Terjemahannya…, h.192
[2]Abd al-Hamid al-Syarwani, Ḥāsyiyyah al-Syarwani, jld.III, (Maktabah Syamilah Ar-raudah v.3.61, 2014), h.292.
[3]Yahya Ibn Syaraf al-Nawāwī, Minḥaj al-Ṭālibīn, (Maktabah Syamilah Ar-raudah v.3.61, 2014), h. 66.
[4]Abī Syujā‘, Matn al-Gāyah wa Al-Taqrīb, (Maktabah Syamilah Ar-raudah v.3.61, 2014), h.18.

Posting Komentar