 |
| Terjemah Minhatul Mughits |
Terjemah Kitab Minhatul Mughits Makna Pesantren
ثم ما كان على شرط البخارى ثم ما كان على شرط مسلم ثم ما كان على شرط غيرهما كباقى الكتب الستة
Beberapa peringatan penting:
(Bermula tambih/peringatan) yang pertama (itu) sinonim/ sama lah (istilah) hadis shahih dengan makna yang terdahulu akan (istilah) hadis al-jaid dan hadis al-qawi.
Adapun (bermula istilah) hadis al-tsabit, hadis al-majud, dan hadis al-shalih (itu niscaya) maka mencakup ia (tiap-tiap) akan hadis shahih dan hadis hasan. Adapun (bermula istilah) hadis al-musyabbah (itu niscaya) maka digunakan (ia al-musyabbah) dengan makna hadis hasan dan ma/hadis yang mendekati (ia hadis) akan hadis hasan.
(Bermula tambih/peringatan) yang kedua (itu) perbedaan martabat hadis shahih dengan sekira-kira berbeda sifat-sifat yang menghendaki kesahihan pada sanad dan matan. Maka (bermula) setinggi-tingginya (martabat) pada sanad (itu) ma/ sanad yang berkata padanya (sanad oleh) sebagian imam-imam hadis (akan) bahwa sungguh sanad tersebut itu yang paling sahih dari segala sanad, seperti perkataan Imam Bukhari: (bermula) yang paling Shahih dari segala sanad itu hadis yang diriwayat (akan hadis tersebut) oleh Imam Malik dari Nafi' dari Ibnu Umar.
Dan serendah-rendahnya riwayat dalam martabat seperti riwayat Zaid bin Abdullah bin Abi Burdah mengambil dari ayahnya dari kakeknya dari Abi Musa al-Asy'ari.
Dan bermula yang paling tinggi dari keduanya nisbah matan itu ma/ hadis yang sepakat dengannya ma/ hadis oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim, kemudian urutan selanjutnya itu ma/ hadis yang sendiri dengannya hadis oleh Imam Al-Bukhari, kemudian itu ma/hadis yang sendiri dengannya hadis oleh Imam Muslim, kemudian ma/hadis yang keadaannya hadis itu tsabit di atas syarat/ketentuan keduanya (Al-Bukhari dan Muslim), kemudian ma/hadis yang keadaannya hadis itu tsabit di atas syarat/ketentuan Imam Bukhari, kemudian ma/hadis yang adalah hadis itu tsabit di atas syarat/ketentuan Imam Muslim, kemudian ma/hadis yang keadaannya hadis itu tsabit di atas syarat/ketentuan selain keduanya (Bukhari dan Muslim), seperti yang sisa dari Kitab hadis yang enam (yaitu sunan Abi Daud, sunan An-Nasa'i, sunan At-Tirmizi dan sunan Ibnu Majah).
واما الحسن فهو كالصحيح تتفاوت مراتبه اسنادا ومتنا فاعلاها اسنادا ما فال فيه بعض ائمة الحديث انه احسن الاسانيد وادناها اسنادا ما ليس كذلك
واعلاها متنا ما اختلف فى صحته وحسنه وادناها كذلك ما اختلف فى صحته وضعفه
Adapun (bermula) hadist Hasan itu (niscaya maka bermula ia hadis hasan itu tsabit) seperti hadits Shahih yang berbeda-beda martabatnya (hasan) nisbah sanad dan matan.
Maka (bermula) yang paling tingginya (hadis hasan) nisbah sanad (itu) ma/hadis yang berkata padanya (hadis) oleh sebagian Imam-imam Hadist (akan) bahwa sesungguhnya (hadis) itu احسن الاسانيد (Yang paling baik dari semua sanad), dan (bermula) yang paling rendahnya (hadis hasan) nisbah sanad itu ma/hadis yang tiada (ia hadis itu tsabit) seperti demikian (dikatakan احسن الاسانيد).
Dan (bermula) yang paling tingginya (hadis hasan) nisbah matan (itu) ma/hadis yang diperselisihkan (akan) kesahihannya (hadis) dan hasannya (hadis), dan (bermula) yang paling rendahnya (hadis hasan) itu seperti demikian, itu ma/hadis yang diperselisihkan kesahihannya (hadis) dan dha'ifnya (hadis).
Semoga bermanfaat!!
Posting Komentar