Penting!! 3 Nasihat Imam al-Ghazali yang meliputi Seluruh Perjalanan Hidup

Daftar Isi
SEBELUM TERLAMBAT, INGAT 3 NASIHAT IMAM AL-GHAZALI INI

Dalam kitab Ayyuhal Walad, Imam Abu Hamid al-Ghazali رحمه الله memberikan sebuah nasihat yang sangat singkat, tetapi jika direnungkan, seakan-akan merangkum seluruh perjalanan hidup manusia.

Beliau berkata:
أَيُّهَا الْوَلَدُ، عِشْ مَا شِئْتَ فَإِنَّكَ مَيِّتٌ، وَاحْبِبْ مَا شِئْتَ فَإِنَّكَ مُفَارِقُهُ، وَاعْمَلْ مَا شِئْتَ فَإِنَّكَ مُجْزِيٌّ بِهِ

“Wahai anakku, hiduplah semaumu, karena sesungguhnya kamu akan mati. Cintailah semaumu, karena sesungguhnya kamu akan berpisah dengannya. Dan kerjakanlah semaumu, karena sesungguhnya kamu akan diberi balasan atasnya.”

Ada tiga nasihat besar di dalamnya.
PERTAMA: عِشْ مَا شِئْتَ فَإِنَّكَ مَيِّتٌ
“Hiduplah semaumu, karena sesungguhnya kamu akan mati.”

Ini bukan berarti manusia boleh hidup tanpa aturan. Imam al-Ghazali sedang mengingatkan bahwa sebesar apa pun kenikmatan yang kita rasakan, kehidupan dunia ini mempunyai batas.

Kita boleh memiliki harta, rumah, jabatan dan berbagai kenikmatan dunia. Tetapi semuanya tidak akan mengubah satu kenyataan: Kita akan mati.

Karena itu, orang yang menyadari kematian akan lebih berhati-hati dalam menjalani kehidupan.

Ia tidak terlalu sombong ketika mendapatkan sesuatu dan tidak terlalu hancur ketika kehilangan sesuatu.

Sebab ia tahu, dunia ini bukan tempat tinggal untuk selamanya.

KEDUA: وَاحْبِبْ مَا شِئْتَ فَإِنَّكَ مُفَارِقُهُ
“Cintailah semaumu, karena sesungguhnya kamu akan berpisah dengannya.”

Manusia memang diciptakan untuk mencintai.

Kita mencintai orang tua, pasangan, anak, keluarga, sahabat, pekerjaan, rumah, harta dan berbagai hal yang ada dalam kehidupan kita.

Tidak semua kecintaan kepada dunia adalah kesalahan.

Tetapi yang perlu diingat adalah:
Jangan sampai sesuatu yang kita cintai membuat kita lupa bahwa suatu saat kita akan berpisah dengannya.

Harta yang dikumpulkan akan ditinggalkan.
Rumah yang dibangun akan ditinggalkan.
Jabatan akan berakhir.

Orang-orang yang kita cintai pun pada akhirnya akan mengalami perpisahan dengan kita.

Maka cintailah apa yang ada di dunia, tetapi jangan sampai hati kita sepenuhnya bergantung kepadanya.

KETIGA: وَاعْمَلْ مَا شِئْتَ فَإِنَّكَ مُجْزِيٌّ بِهِ
“Kerjakanlah semaumu, karena sesungguhnya kamu akan diberi balasan atasnya.”

Inilah nasihat yang paling tegas.
Setiap perbuatan mempunyai akibat.
Kebaikan tidak akan sia-sia. Keburukan pun tidak akan hilang begitu saja.

Apa yang kita kerjakan hari ini mungkin dilupakan manusia, tetapi tidak akan dilupakan oleh Allah سبحانه وتعالى.

Karena itu, sebelum melakukan sesuatu, hendaknya kita bertanya kepada diri sendiri:

Jika perbuatan ini kelak diperlihatkan kembali kepada saya, apakah saya siap mempertanggungjawabkannya?

Tiga kalimat Imam al-Ghazali ini seakan mengingatkan kita:

Kamu akan mati.
Kamu akan berpisah dengan apa yang kamu cintai.
Dan kamu akan mempertanggungjawabkan apa yang kamu kerjakan.

Maka jangan sampai kita terlalu sibuk mengejar sesuatu yang pasti kita tinggalkan, tetapi lupa mempersiapkan sesuatu yang pasti kita datangi.

Hidup ini sementara.
Yang akan menjadi bekal bukan berapa banyak yang kita miliki, tetapi apa yang kita lakukan dengan kehidupan yang Allah titipkan kepada kita.

Sebelum terlambat, mari kita renungkan kembali tiga nasihat Imam al-Ghazali ini.

Referensi:
أبو حامد الغزالي، أيها الولد،

Kitabkuning90.blogspot.com

Posting Komentar