Sungguh, Nabi Bukan Manusia Biasa, t
Daftar Isi
Nabi ﷺ kemudian menjawab:
إِنِّي لَسْتُ كَهَيْئَتِكُمْ، إِنِّي يُطْعِمُنِي رَبِّي وَيَسْقِينِي
Sesungguhnya aku tidak seperti kalian, Rabb-ku memberi-ku makan dan minum. (HR. Bukhari & Muslim).
Allah memberikan beliau kekuatan setara orang yang telah makan dan minum secara fisik. Sungguh, beliau ﷺ senantiasa hidup dan "dijamu" oleh Tuhannya.
"𝗦𝘂𝗻𝗴𝗴𝘂𝗵, 𝗕𝘂𝗸𝗮𝗻 𝗠𝗮𝗻𝘂𝘀𝗶𝗮 𝗕𝗶𝗮𝘀𝗮"
Sayyiduna Abbas pernah berkata:
وُلِدَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ مَخْتُونًا مَسْرُورًا، وَفِي رِوَايَةٍ: مَقْطُوعَ السُّرَّةِ
"Beliau ﷺ lahir dalam keadaan telah dikhitan dan terpotong tali pusarnya." (HR. Baihaqi)
Syeikh Yusri Jabr menjelaskan bahwa di dalam rahim, Nabi ﷺ tidak bergantung pada tali pusar untuk nutrisi seperti bayi umumnya. Allah yang langsung memberi beliau asupan. Beliau hidup langsung dengan Tuhannya.
"𝗦𝘂𝗻𝗴𝗴𝘂𝗵, 𝗕𝘂𝗸𝗮𝗻 𝗠𝗮𝗻𝘂𝘀𝗶𝗮 𝗕𝗶𝗮𝘀𝗮"
Suatu hari, Nabi ﷺ tidur di rumah Anas bin Malik hingga berkeringat. Ibu Anas, Ummu Sulaim, datang membawa botol untuk menampung keringat tersebut. Saat Nabi ﷺ terbangun dan bertanya, Ummu Sulaim menjawab:
نَجْعَلُهُ فِي طِيبِنَا، وَهُوَ مِنْ أَطْيَبِ الطِّيبِ
"Kami jadikannya campuran minyak wangi kami, dan itu adalah seharum-harumnya wewangian." (HR. Muslim)
Sayyiduna Jabir juga menegaskan dalam Tarikh Kabir Imam Bukhari:
لَمْ يَكُنِ النَّبِيُّ ﷺ يَمُرُّ فِي طَرِيقٍ. إِلَّا عُرِفَ أَنَّهُ سَلَكَهُ مِنْ طِيبِهِ
Tidaklah Nabi ﷺ melewati suatu jalan, melainkan orang akan tahu beliau telah lewat dari wangi tubuhnya."
"𝗦𝘂𝗻𝗴𝗴𝘂𝗵, 𝗕𝘂𝗸𝗮𝗻 𝗠𝗮𝗻𝘂𝘀𝗶𝗮 𝗕𝗶𝗮𝘀𝗮"
Allah benar2 memuliakan nabi-Nya dengan fisik yang indah dan kepribadian yang sempurna. Di antara sempua nabi, Nabi Muhammad SAW adalah puncak keindahan itu. Wajah beliau yang rupawan berpadu dengan kewibawaan yang luar biasa.
Begitu besarnya wibawa (haibah) beliau, hingga sahabat Amru bin 'Ash pernah berkata:
وَلَوْ سُئِلْتُ أَنْ أَصِفَهُ مَا أَطَقْتُ؛ لِأَنِّي لَمْ أَكُنْ أَمْلَأُ عَيْنَيَّ مِنْهُ
Jika diminta menshifati beliau, aku tak akan sanggup. Karena aku tak pernah mampu menatap beliau dengan sepenuh mataku (karena haibah & ta'jub). (Asy-Syifa, Qadhi 'Iyadh hal 326.)
Semoga kita semua mendapatkan Syafaat Nabi kita yg mulia, Sayyiduna Muhammad ﷺ.
Sumber: Facebook Gus Dewa Menjawab
Posting Komentar