Berita Negatif Tentang Muktamar NU - Kitabluning90

Daftar Isi
Oleh KH Ma'ruf Khozin

Saya sengaja banyak berjalan kaki keliling Pondok Tambakberas Jombang, tempat perhelatan Muktamar NU ke 35. Bagi saya ini sangat tepat dengan nama pesantren, Bahrul Ulum, lautan ilmu. Sebab acara Muktamar ini dipenuhi dengan kajian ilmu.

Acara yang resmi dibentuk oleh panitia Muktamar adalah Bahtsul Masail, kajian Fatwa Fikih di lingkungan NU. Ada 3 majelis, Komisi Waqi'iyah (problem Fikih aktual), Komisi Maudhuiyyah (Fikih Konseptual) dan Komisi Qonuniyah (Fikih Perundang-undangan). Peserta yang hadir harus terdaftar sesuai Id card.

Di tempat lain sekitaran Pondok Induk ada banyak kajian ilmu. Kebanyakan pesertanya adalah Romsi (Rombongan Sirri, tapi nikahnya resmi). Ada kajian yang dihadiri Prof Mahfudz MD dan Prof Nadzirsyah Hosen, ada kajian yang mempertemukan Kampus NU dan Universitas Indonesia untuk kerjasama riset dan beasiswa. Di Masjid ada kajian Aswaja NU Center. Ada juga pertemuan para Dokter NU dengan kajian problematika medis terkini. Ada juga ijazah sanad ilmu dengan menghadirkan ulama dari Damaskus. Pameran kitab-kitab Ulama Nusantara.

Entah kenapa hal-hal positif itu kalah viral dengan munculnya sekelompok oknum yang berdemo karena protes dengan salah satu calon ketua yang terhambat aturan pemilihan. Akhirnya banyak diberitakan bahwa Muktamar NU isinya adalah kericuhan. Ada lagi yang membandingkan dengan Muhammadiyah yang selalu tertib.

Ini soal sudut pandang. Jika anda tergolong orang yang memang tidak senang dengan NU akan langsung menerima berita negatif. Terlalu fanatik juga tidak baik, karena sama-sama menghilangkan kewarasan bernalar, sebagaimana syair:

وعين الرضا عن كل عيب كليلة • كما أÙ† عين السخط تبدي المساويا

Pandangan kecintaan menutup segala cela, sebagaimana pandangan benci menampakkan segala keburukan.

Memang NU selalu menarik untuk diributkan karena ia organisasi besar. Isi di dalamnya juga gak karuan macamnya.

Sumber akun fb KH Ma'ruf Khozin

Posting Komentar