NAJIS KELUAR SETELAH MAYAT SELESAI DIMANDIKAN, APAKAH WAJIB DIMANDIKAN LAGI?

Daftar Isi
Pertanyaan:
Jika mayat telah selesai dimandikan, kemudian sebelum dikafankan keluar najis, seperti darah dari luka atau keluar dari qubul dan duburnya, apakah wajib mengulangi mandi mayat?

Jawaban:
Tidak wajib mengulangi mandi mayat.

Jika setelah selesai dimandikan kemudian keluar najis dari tubuh mayat, baik berupa darah dari luka maupun najis yang keluar dari qubul atau dubur, maka cukup membersihkan najis tersebut saja.

Mandi mayat yang telah dilakukan tidak perlu diulangi, karena kewajiban mandi telah gugur dengan mandi yang sebelumnya dan kebersihan dapat diperoleh dengan menghilangkan najis yang keluar.

Sebagaimana keterangan dalam kitab Goyatul Muna hal, 487

> وَإِذَا خَرَجَ بَعْدَ الْغُسْلِ وَقَبْلَ الْإِدْرَاجِ فِي الْكَفَنِ مِنْهُ نَجِسٌ، وَلَوْ مِنَ الْقُبُلِ أَوِ الدُّبُرِ، أَوْ وَقَعَ عَلَيْهِ نَجِسٌ فِي آخِرِ غُسْلِهِ أَوْ بَعْدَهُ، وَجَبَ إِزَالَتُهُ فَقَطْ مِنْ غَيْرِ إِعَادَةِ غُسْلٍ أَوْ غَيْرِهِ؛ لِسُقُوطِ الْفَرْضِ بِمَا جَرَى، وَحُصُولِ النَّظَافَةِ بِإِزَالَةِ الْخَارِجِ.

“Apabila setelah mandi dan sebelum dimasukkan ke dalam kain kafan keluar najis dari mayat, meskipun dari qubul atau dubur, atau najis mengenai mayat pada akhir mandinya ataupun setelah selesai mandi, maka wajib menghilangkan najis tersebut saja, tanpa perlu mengulangi mandi atau yang lainnya. Sebab, kewajiban telah gugur dengan mandi yang telah dilakukan dan kebersihan dapat diperoleh dengan menghilangkan najis yang keluar.”

Kesimpulan:
Mayat sudah selesai dimandikan → kemudian keluar darah/najis sebelum dikafankan → tidak perlu mengulangi mandi.

✅ Cukup bersihkan najis yang keluar.
📚 Ghayah al-Muna Syarah Safinah an-Naja, karya Syaikh Muhammad ad-Du‘ani.

Wallohu a'lam semoga bermanfaat
Oleh: Irwan Saleh
Dikutip dari akun facebook Mujib Alfatih

Posting Komentar