KENAPA TIDAK MEMPERINGATI HARI WAFATNYA NABI MUHAMMAD.SAW? - Kitabkuning90

Daftar Isi
PERTANYAAN:

Kenapa orang orang tidak menghauli (memperingati hari wafatnya nabi muhammad saw) ? Apa karena wafat beliau merupakan kesedihan bagi kita ?

JAWABAN:
Asy-Syarif As-Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Maliki Al-Hasani berkata, dan kami katakan: "Sesungguhnya Al-Imam Al-Allamah Jalaluddin As-Suyuthi telah cukup mewakili kita dalam membantah kekeliruan logika ini. Beliau berkata dalam kitabnya, Al-Hawi."

Teks pernyataannya: "Sesungguhnya kelahiran beliau shallallahu 'alaihi wa sallam merupakan nikmat terbesar, sedangkan wafatnya beliau adalah musibah terbesar bagi kita. Sementara syariat telah menganjurkan untuk menampakkan rasa syukur atas nikmat-nikmat, serta bersikap sabar dan tenang ketika menghadapi musibah.

Syariat pun telah memerintahkan akikah saat kelahiran, yang mana hal itu merupakan bentuk penampakan rasa syukur dan kegembiraan atas bayi yang lahir. Sebaliknya, syariat tidak memerintahkan untuk menyembelih hewan (akikah) ataupun lainnya saat terjadi kematian, melainkan melarang meratap (niyahah) dan menampakkan keluh kesah yang berlebihan.

Maka, kaidah-kaidah syariat menunjukkan bahwa merupakan hal yang baik pada bulan ini (Rabiul Awal) untuk menampakkan kegembiraan atas kelahiran beliau shallallahu 'alaihi wa sallam, dan bukan menampakkan kesedihan di dalamnya karena wafat beliau."

قال ﺍﻟﺸﺮﻳﻒ اﻟﺴﻴﺪ ﻣﺤﻤﺪ ﺑﻦ ﻋﻠﻮﻯ ﺍﻟمالكي ﺍﻟﺤﺴﻨﻰ ﻭﻧﻘﻮﻝ : ﺇﻥ ﺍﻹﻣﺎﻡ ﺍﻟﻌﻼﻣﺔ ﺟﻼﻝ ﺍﻟﺪﻳﻦ ﺍﻟﺴﻴﻮﻃﻰ ﻗﺪ ﻛﻔﺎﻧﺎ ﺍﻟﺮﺩ ﻋﻠﻰ ﻫﺬﻩ ﺍﻟﻤﻐﺎﻟﻄﺔ ﻓﻘﺎﻝ ﻓﻰ ﻛﺘﺎﺑﻪ ﺍﻟﺤﺎﻭﻯ.

ﻧﺼﻪ : ﺇﻥ ﻭﻻﺩﺗﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪﻭﺳﻠﻢ ﺃﻋﻈﻢ ﺍﻟﻨﻌﻢ ﻭﻭﻓﺎﺗﻪ ﺃﻋﻈﻢﺍﻟﻤﺼﺎﺋﺐ ﻟﻨﺎ . ﻭﺍﻟﺸﺮﻳﻌﺔ ﺣﺜﺖﻋﻠﻰ ﺇﻇﻬﺎﺭ ﺷﻜﺮ ﺍﻟﻨﻌﻢ ﻭﺍﻟﺼﺒﺮﻭﺍﻟﺴﻜﻮﻥ ﻋﻨﺪ ﺍﻟﻤﺼﺎﺋﺐ ,

ﻭﻗﺪ ﺃﻣﺮ ﺍﻟﺸﺮﻉ ﺑﺎﻟﻌﻘﻴﻘﺔ ﻋﻨﺪ ﺍﻟﻮﻻﺩﺓ ﻭﻫﻰ ﺇﻇﻬﺎﺭ ﺷﻜﺮ ﻭﻓﺮﺡ ﺑﺎﻟﻤﻮﻟﻮﺩ . ﻭﻟﻢ ﻳﺄﻣﺮ ﻋﻨﺪ ﺍﻟﻤﻮﺕ ﺑﺬﺑﺢ ( ﻋﻘﻴﻘﺔ ) ﻭﻻ ﺑﻐﻴﺮﻩ , ﺑﻞ ﻧﻬﻰ ﻋﻦ ﺍﻟﻨﻴﺎﺣﺔ ﻭﺇﻇﻬﺎﺭ ﺍﻟﺠﺰﻉ .

ﻓﺪﻟﺖ ﻗﻮﺍﻋﺪ ﺍﻟﺸﺮﻳﻌﺔ ﻋﻠﻰ ﺃﻧﻪ ﻳﺤﺴﻦ ﻓﻰ ﻫﺬا ﺍﻟﺸﻬﺮ ﺇﻇﻬﺎﺭ ﺍﻟﻔﺮﺡ ﺑﻮﻻﺩﺗﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﺩﻭﻥ ﺇﻇﻬﺎﺭ ﺍﻟﺤﺰﻥ ﻓﻴﻪ ﺑﻮﻓﺎﺗﻪ

Ibnu Rajab juga telah berkata dalam kitabnya, Al-Lathaif, ketika mencela orang-orang Rafidhah (Syiah) yang menjadikan hari Asyura sebagai hari berkabung (ratapan) karena terbunuhnya Al-Husain: "Allah dan Rasul-Nya shallallahu 'alaihi wa sallam tidak pernah memerintahkan untuk menjadikan hari-hari musibah para nabi dan kematian mereka sebagai hari berkabung, maka bagaimana mungkin (melakukan itu) bagi orang yang kedudukannya di bawah mereka (para nabi)." Selesai kutipan.

ﻭﻗﺪ ﻗﺎﻝ ﺍﺑﻦ ﺭﺟﺐ ﻓﻰ ﻛﺘﺎﺑﻪ ( ﺍﻟﻠﻄﺎﺋﻒ ) ﻓﻰ ﺩﻡ ﺎلرﺍﻓﻀﺔ ﺣﻴﺚ ﺍﺗﺨﺬﻭﺍ ﻳﻮﻡ ﻋﺎﺷﻮﺭﺍﺀ ﻣﺄﺗﻤﺎ ﻷﺟﻞ ﻣﻘﺘﻞ ﺍﻟﺤﺴﻴﻦ
ﻭﻟﻢ ﻳﺄﻣﺮ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﻻ ﺭﺳﻮﻟﻪ ﺻﻠﻰﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﺑﺎﺗﺨﺎﺫ ﺃﻳﺎﻡﻣﺼﺎﺋﺐ ﺍﻷﻧﺒﻴﺎﺀ ﻭﻣﻮﺗﻬﻢ ﻣﺄﺗﻤﺎﻓﻜﻴﻒ ﻣﻤﻦ ﻫﻮ ﺩﻭﻧﻬﻢ . ﺍﻫ

Wallahu a'lam bis Shawab

Posting Komentar